Laman

Cari Blog Ini

Rabu, 04 Agustus 2010

Schwarz (2)

When I was born I was black
When I grow up, I'm black
When I walk in the sun, I am black
Even when it's cold I stay black
If I'm afraid I'm black
When I die, I'm black
 
But YOU!
When you were born, you were pink
When you grow up you're white
In the sun thou salt red
And blue in the cold
If you have trouble--yellow
If you sick, you look green
And when you die once, you are pale (white)
AND YOU call me COLOURED?

(Anonymous)

Kamis, 29 Juli 2010

Schwarz

 

Als ich geboren wurde, war ich schwarz
Wenn ich aufwachse, bin ich schwarz
Wenn ich in die Sonne gehe, bin ich schwarz
Auch bei Kälte bleibe ich schwarz
Wenn ich mich fürchte, bin ich schwarz
Wenn ich einmal sterbe, bin ich schwarz
Aber DU!
Als du geboren wurdest, warst du rosa
Wenn du aufwächst, bist du weiß
In der Sonne wirst du rot
Und in der Kälte blau
Wenn du Ärger hast - gelb
Ist dir übel, siehst du grün aus
Und wenn du einmal stirbst, bist du bleich
UND DU NENNST MICH EINEN FARBIGEN??

Verfasser unbekannt

sumber di sini

Selasa, 20 Juli 2010

Appris Par Corps : Sirkus Kontemporer Perancis

Mungkin saya sudah sering bercerita kepada teman-teman dekat, betapa saya sangat menyukai seni pertunjukan. Ini semua berawal dari ajakan keluarga besar untuk nonton teater... ospek kakak di IKJ... dan kegiatan pensi sekolah tahunan. Saya sangat menghargai kerja keras pekerja seni pertunjukan.

Bulan Juni lalu, kembali diadakan Printemps Francais, rangkaian acara budaya--kesenian--sosialita oleh CCF. Acaranya padat dan seperti biasa saya tertarik untuk mengikutinya. Berhubungan saya tinggal di daerah suburb dan waktu saya sangat terbatas, saya memilih satu acara saja sebagai penebus "kewajiban". Itupun masih nodong teman yang baru pulang umroh untuk menemani nonton dan numpang tidur di kost an nya. Siapa lagi kalau bukan Yusako. Pilihan saya jatuh pada acara sirkus kontemporer: Appris Pars Corps.

Awalnya saya sangat pesimis dengan cuplikan penampilan mereka di youtube. Waduh nonton pantomim nih gue..., begitu pikir saya. Tapi mau bagaimana lagi. Tiket sudah di tangan dan sayang untuk dilewatkan. Ternyata, luar biasa... 

Ini adalah kali pertama saya menonton apa yang disebut sebagai sirkus kontemporer--perpaduan antara akrobat, teater, tari, dan ..segala keindahan seni pertunjukan. Stunning!--begitu mau dikata kalau meminjam ungkapan orang bule.


Kisahnya cukup sederhana. Tentang persaudaraan. Saling melempar (diri), melompat, menabrak, menindih, menopang... dan atraksi akrobatik menegangkan lainnya di atas panggung sederhana. Penonton diajak bebas mengapresiasi ekspresi kedua aktor namun tetap beralur dalam alunan musik yang sangat mudah ditebak emosinya. Nafas saya terengah-engah mengikuti alur pikiran saya sendiri tentang bagaimana gerakan-gerakan akrobatik menggambarkan sebuah hubungan persaudaraan.

Rasanya malam itu saya sepakat bahwa setiap manusia memiliki apresiasi seni yang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan. Saya pun makin tertarik dengan sirkus kontemporer lainnya. Di Sentosa, Singapore sedang ada 1 pertunjukan sirkus kontemporer yang lumayan menarik lho.. Sayang ongkosnya kemahalan. Kalo uang segitu mending buat infaq. Hehehe...  

Jumat, 16 Juli 2010

10 Things I Hate in The Morning

1. Pengemis yang udah mejeng siap grak!
2. Ketinggalan kereta, trus gakda temen telat..
3. Kelamaan pake jilbab, salah lagi!
4. Ketinggalan dompet
5. Kena asap rokok
6. Kereta dibatalin
7. Gakda uang receh
8. Gakda sarapan
9. Mama ngomel-ngomel
10. ATM mati...