Laman

Cari Blog Ini

Jumat, 13 November 2009

Hari ini

Pagi ini aku terbangun dan membuka mata, maka aku bersyukur karena Allah memberiku kesempatan beramal sehari lagi.

Aku berdiri dan bersujud menghadap Rabb dalam untaian shalat di waktu subuh, maka aku bersyukur Allah masih menghidupkan aku dalam Akidah Islam yang kucintai.

Lalu aku bergegas mandi dengan air dingin yang menyegarkan seluruh tubuh, maka aku bersyukur Allah memberiku kesehatan dan kekuatan jasadi untuk berkarya hari ini.

Aku berangkat berganti-ganti kendaraan dari becak, angkot, dan kereta ekspress, maka aku kembali bersyukur bahwa Allah memberiku kelebihan dalam rizki melalui pekerjaan yang halal dan barakah.

Akhirnya ku tiba di kantor dengan senyum mengembang dan napas ngos-ngosan, melihat teman-teman sekitarku juga tersenyum dan menjawab salaam ku, maka aku bersyukur Allah menunjukkan kepadaku nikmat persaudaraan karena Allah.

Sejenak kusempatkan diri yang hina ini untuk menunaikan kewajiban bersedekah atas seluruh nikmat sebanyak ruas tulang ini di waktu Dhuha, maka aku tersedak karena sungguh banyak ucapan Hamdallah yang harus ku lantunkan. Aku mengucap alhamdulillah...

Menit dan jam kulalui dengan tekad menyelesaikan satu kebaikan lagi hari ini, maka aku bersyukur Allah memberiku sedikit ilmu untuk kubagi kepada yang lain.

Saat kumandang adzan terdengan melalui seluruh speaker di kantor dan Manajer kami mengajak untuk shalat Dzuhur berjamaah, maka aku bahagia berada di institusi yang mengingatkan ku bahwa bekerja adalah ibadah dan shalat adalah lebih utama daripada pekerjaan duniawi kita.

Aku merasakan lezatnya kerja di tempat sejuk, makanan nikmat, dan suasana nyaman dalam ketawa-ketiwi rekan kantor, maka aku bersyukur atas rasa aman dan damai yang kulalui di negeri ini.

Aku melihat matahari semakin malu dan mengajak pulang, maka aku bersyukur memiliki rumah untuk dituju.

Sesampainya di rumah, aku menemui keluarga ku berkumpul dalam bangunan mungil ini, maka aku bersyukur masih ada kehangatan di malam-malam hidupku.

Aku terduduk mengingat setiap peristiwa lucu, sedih, dan menarik sepanjang hari lalu tertawa dan menangis bersama mereka. Aku bersyukur aku bisa berbagi dengan yang mengasihi dan menyayangiku.

Aku merasakan mataku berat dan beranjak ke tempat tidur. Ku temukan bantal kesukaanku bersama selimut sudah menungguku, maka aku berbaring mengingat kembali setiap kebaikan Allah pada hari ini.

Aku masih juga kurang mengucap hamdallah... bersyukur atas segala kebaikan dalam satu hari ini. Aku begitu bergantung pada Rabb-ku, namun seringkali lupa dan asyik sendiri. Aku mulai memejamkan mata dan membayangkan hari baru ku esok.

Ya Rab, aku titipkan jiwaku pada Mu. Jika esok hari kau izinkan aku untuk hidup kembali, maka jaga aku dalam ketaatan dan syukur hanya pada Mu.
Amien...