Laman

Cari Blog Ini

Kamis, 20 Agustus 2009

WITH THIS RING ...



With this ring I thee wed
And I promise:
Never to forget to make bed
Or make your breakfast at six o'clock sharp
Just the way you want it;

Fetch your slippers,
Find your pipe,
Close the window if you're in a draught;
Keep the tissues handy when you have a cold;
Keep your dinner hot and ready;
Listen to everything you say even if it bores me to tears.

I promise:
Not to squeeze the toothpaste from the middle,
Spill ash on the carpet
Or chew gum when people call;
Read the newspaper before you do
Or open the mail first

I promise:
Never to interrupt, argue, or disagre;
Never to look at another man,
Get a job that pays more than your,
Or wear high heels to look taller than you.

I promise:
Never to get frustrated or angry or scream ...
What's that? The alarm bell?
Oh, thank God it was just a dream!

Taken from Tickles and Pickles, a collection of poems by Su Taher p.34

Kamis, 13 Agustus 2009

10 Hal Paling Kusuka

Taken from Foto Kita

10 Hal yang paling kusuka : (selain Allah, rasulNya, dan jihad di jalanNya, lho)
1. Buah
2. Jeruk
3. Kupu-kupu
4. Purple
5. Jepang
6. Fireflies
7. Rok A Line
8. Cotton candy
9. Pelangi
10. Blueberry

10 Hal yang paling dihindari :
1. Keluar malam hari (sejak kapan?)
2. Lipstik
3. High heel
4. Makanan jepang non halal
5. Makanan berbau dan pedas atau panas
6. Berdebat dengan mama
7. Kebingungan
8. Pacaran
9. Penyakit menular dan mematikan
10. Orang menyebalkan

Selasa, 11 Agustus 2009

KISAH PETANI KECIL YANG MULIA


we can't make summary before read "the book" completely
Oleh : Djony Edward

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin anak saya yang kedua" jawab ibu itu.

" Wouw..... hebat sekali putra ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

" Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ?"

Oh ya tentu, si Ibu bercerita : "Anak saya yang ketiga seorang Dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Purwokerto,yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

"Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, "Anak saya yang pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak".

Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "??

Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

" Ooo ...tidak tidak begitu nak.... Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"

Point of view:

Everybody in the world is a important person.
Open your eyes....
your heart....
your mind....
your point of view....
because we can't make summary before read "the book"
completely.

The wise person says...
The more important thing is not WHO YOU ARE
But...
WHAT YOU HAVE BEEN DOING

Rabu, 05 Agustus 2009

Lagu Favorit Akhwat Sholehah

Pernah punya temen anak rohis? yang biasa disebut ikhwan dan akhwat. Ciri-cirinya: jaim alias jaga iman, tawadhu' alias ketawa sambil nunduk, jilbab atau jenggot yang gondrong, dan seterusnya. Tapi memang benar kata opick, berteman dengan orang-orang sholeh seperti mereka adalah obat hati. Rasanya ingin terus menjaga kesholehan. Sebuah reminder hidup. Semoga saudara-saudariku, al ikhwan wal akhowat diluar sana juga tetap istiqomah dalam jalan dakwah.


Alkisah, waktu diriku masih aktif di lembaga dakwah fakultas kampus, saya bersama teman-teman tim syiar mengadakan rapat di bawah pohon rindang di plaza fisip--tempat duduk-duduk di pusat fakultas. Sambil diskusi kami asik minum es dan terbersitlah ide untuk saling mengenal. Maklum, ikhwan-akhwat meski satu tim belum tentu saling mengenal lantaran jalan sambil nunduk terus. Ketua tim mengusulkan membuat satu pertanyaan untuk dijawab setiap anggota sebagai informasi tambahan tentang saudara kita. Pertanyaan nya adalah : "Apa lagu favorit kamu?"

Disinilah letak kelucuannya...

Aku sendiri sudah lupa, lagu favorit ku apa. Mungkin Wada'an nya Izzis. Uuu...maklum, kan yang tanya anak rohis. Jadi harus jaim, dunks! Lagu favorit tentulah nasyid. Izzis pula! Biar terkesan militan gitu. Tapi ada seorang akhwat yang menurut ku sangat polos, padahal dia sholeh beneran lho!

Dia mengatakan lagu kesukaannya : Lost In Space. Aku jelas tahu lagu ini. Ini lagu favorit seorang teman di SMA yang waktu itu lagi nge-gebet teman satu genk-ku. Tapi, akhwat sholehah ini mengatakan bahwa lagu kesukaannya itu adalah tentang berputar-putar di ruang angkasa. Wakakak... Aku yakin dia gak tahu apa isi lagu itu sebenarnya. Kalau dia tahu, pasti kaget.

Buat kamu yang belum tahu lagu itu, nih text lagunya...

Lost in Space
Sometimes I get tired of this me-first attitude
You are the one thing that keeps me smiling
That's why I'm always wishing hard for you

'Cause your light shines so bright
I don't feel no solitude
You are my first star at night
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

Feels just so fine
When we touch the sky me and you
This is my idea of heaven
Why can't it always be so good?

But it's all right, I know you're out there
Doing what you've gotta do
You are my soul satellite
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do