Laman

Cari Blog Ini

Selasa, 28 Juli 2009

Aku Suka Dia

"We can do not great things, only small things with great love."
Mother Teresa



Tokoh idolaku adalah Mush'ab bin Umair. Pasti pada kenal kalau sudah baca 60 Karakteristik Sahabat. Tokoh yang luar biasa bagiku. Kisahnya menyentuh sekaligus membawa hikmah.

Kalau ada yang tanya, kenapa? Jawaban ku selalu begini: kan keren, kaya, sholeh lagi. Kurang apa?

Alkisah idola ku adalah pemuda paling tampan di Mekkah. Lahir di keluarga bangsawan terpandang dan kesayangan keluarga nya. Sebagaimana diriku, perempuan-perempuan di Mekkah mengidolakannya. Konon, ketika Mus'ab berbelanja bahan pakaian di pasar, ia selalu minta ditunjukkan yang paling mahal dan berkualitas. Dan pertanyaannya tetap sama, "Apa tidak ada yang lebih bagus lagi?"--kayak iklan obat anti nyamuk ya. Ada juga yang meriwayatkan, Mus'ab begitu harum dan wangi, sampai-sampai ketika dirinya akan datang, perempuan-perempuan Mekkah sudah mencium harumnya dari kejauhan. Pake parfum apa ya?

Sosok Mus'ab yang super dupper keren tadi berakhir manakala dirinya memutuskan memeluk Islam dan mengikuti Rasulullah SAW. Mus'ab dibuang oleh keluarganya bahkan tidak lagi menjadi kesayangan ibunya. Mus'ab adalah sahabat generasi awal. Dia-lah yang menjadi duta pertama Islam, mencari tempat hijrah bagi ummat Islam. Tapi kisah paling favorit ku adalah...

Perang Uhud. Perang ini paling fenomenal dalam siroh nabawiyah. Banyak orang mengingatnya sebagai perang dimana ummat Islam mengalami kekalahan. Padahal sebenarnya, hanya dalam salah satu episode pertempuran ummat Islam mengalami kekalahan. Secara keseluruhan, ummat Islam memenangkan perang uhud. Jadi inget pengkajian strategi di kuliah dulu. Perang dan damai. Hihihi.

Dalam perang yang fenomenal tersebut--karena rasulullah SAW sempet digossipin sudah meninggal, sahabat-sahabat utama berguguran--Mus'ab adalah pemegang panji ummat Islam. Subhanallah, dalam perang yang "heboh" ini, Mus'ab terus mempertahankan panji Islam dengan tangan kanannya, lalu ditebas. Diganti dengan tangan kirinya, lalu ditebas. Lalu dengan didekap dadanya, dan Mus'ab terus ditebas pedang. Seluruh badannya penuh sayatan pedang, kecuali dadanya yang memeluk panji Islam. Mus'ab syahid.

Penguburan syuhada Uhud sungguh memilukan, termasuk Mus'ab. Kain kafan tidak ada yang bisa menutupi seluruh tubuhnya. Bila ditarik ke atas, maka bagian bawah tubuhnya tidak tertutup. Bila ditarik ke bawah, bagian atasnya yang terbuka. Maka Rasulullah menyuruh sahabat menutup bagian atas tubuhnya dan menaburkan rumput idzkir di bagian bawahnya. Semua terharu mengingat kehidupan Mus'ab sebelum masuk Islam dan betapa berbeda dirinya setelah menjadi syuhada.

Allah berjanji akan menjaga jasad syuhada uhud. Hal ini terbukti manakala terjadi banjir di makam uhud. Jenasah syuhada masih utuh terlihat. Subhanallah.

Mus'ab bin Umair, keren abis! You are my idol!
Seandainya mudah menjadi mujahidah yang mengejar surga dan melupakan dunia.
Bismillahitawakkaltu.

2 komentar:

  1. amaizing...ini adalah kisah paling favorit waktu saya dulu SMA, bahkan kelompok mentoring saya dulu dinamakan Mushab bin Umair, masa-masa SMA memang banyak jadi inspirasi sampai umur segini, bahkan nama anak saya, saya kutip dari kelompok mentoring akhwat yg dulu saya bina...Maria Al Qibtia...tetap nulis ya ukti..

    BalasHapus
  2. Yah, keduluan. Tadinya kalo punya anak laki-laki mau dinamain sesuai mush'ab bin umair juga! Mph.. Keduluan, deh!

    BalasHapus