Laman

Cari Blog Ini

Jumat, 31 Juli 2009

What's Your Colour (Template)?

"Tidak ada yang pasti dalam dunia ini, kecuali perubahan"

Beginilah adanya dunia: yang bertahan adalah yang mampu beradaptasi dengan perubahan di lingkungannya. Tapi yang namanya ganti-ganti template blog, susah-susah gampang. Hal paling nyebelin adalah menyesuaikan width dan widget kamu. Ada sih cara supaya widget lama tetap ada. Tapi kalo tertarik dengan template model baru yang jumlah kolomnya berbeda, ini jadi agak ribet. Menurutku..

Hmmm,,, ada baiknya bikin tulisan tentang panduan memasang template baru. Bukannya gak ada kalau kamu search di Mbah Google. Tapi mostly, bahasanya rada ribet dan bikin kita yang awam ini kikuk.

Bagaimana tampilan baru ku? Kok jadi gak mencerminkan rainbow ya? Hehehe,, nanti dibenerin lagi deh. Sebenernya yang aku suka dari template ini adalah banyak kolomnya. Jadi asik. Cuman buat tipe doyan nulis kayak diriku ini jadi agak kurang puas melihat width posting-an. It's Ok! I can manage that!

Btw, aku suka rainbow sejak masuk fisip UI. Sebenarnya warna kesukaanku UNGU. Tapi warna-warni itu gak akan bikin kamu mati justru makin hidup! Itu hikmah yang kudapat dari fisip--jungle of campus. Warna tema blog ini hitam, jadi seakan redup saja hari-hariku. Enggak kok, masih ceria seperti sedia kala. Ada yang bilang warna mencerminkan kepribadian. Bener gak ya. Tapi ulasan yang satu ini lumayan menarik. (dari blog sebelah) Atau kamu juga bisa ikutan tes ipersonic di sini.

Seseorang akan dapat menemukan perbedaan-perbadaan motif dasar, kebutuhan, dan keinginan di antara empat tipe kepribadian, yakni merah, biru, putih, dan kuning.

MERAH

Kepribadian merah menjalani hidup dengan penuh kekuatan. Merah sangat berkomitmen pada tujuan dan bertekad untuk menyelesaikan apapun yang disodorkan kehidupan di hadapannya. Kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman di abaikan atau di sangkal sebagai bukan hal yang penting.

BIRU

Kehidupan adalah rangkaian komitmen bagi biru. Berkomitmen pada hubungan mungkin merupakan kekuatan biru yang terbesar. Biru senang bersama orang lain dan dengan sukarela mengorbankan keuntungan pribadi demi memiliki hubungan yang akrab. Biru member diri dengan murh hati dalam hubungan yang bernilai. Karena kesediaan untuk komit dalam hubungan, biru mnejalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Biru sangat bias di andalkan dan memendang janji verbal sama mengikatnya, seperti kontrak tertulis dimanapun, bangga akan kemampuan mempertahankan hubungan jangka panjang. Sifat mengagumkan ini member kredibilitas konsep bahwa biru biasanya menikmati hubungan yang jauh lebih kaya dari pada tipe kepribadian manapun. Biru sepenuhnya setia pada orang. Biru tetep setia dalam masa senag dan susah. Ketika orang menyadarai dalamnya komitmen biru, mudah di pahami mengapa cuaca baik dan buruk tidak banyak berdampak pada kesetiaan biru.

PUTIH

Biru dan putih sama-sama mampu sangaty komit pada satu sama lain. Biru dan putih menghargai rasa aman dan menemukan hubungan dalam komitmen sebagai cara paling almaiah dalam menikmati hidup. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang. Sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak rebut dalam hubungan.

KUNING

Tidak ada kepribadian lain yang mengejar kesenangan seperti kuning. Kuning seringkali hidup untuk bermain. Ketika kuning tertekan di tempat kerja atau di rumah, hobi yang membangkitkan energy atau liburan singkat menggantikan wajah lusuh dengan semangat kemudaan. Kuning tidak mengerti mengapa ada yang mau komit pada sesuatu yang tidak mengandung kesenangan di dalamnya. Karena menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang, kuning jarang mau terikat dalam suatu pernikahan.

See ya!

Selasa, 28 Juli 2009

10 Alasan



10 Alasan untuk senyum hari ini :
1. Senyum itu ibadah
2. Menghilangkan ngantuk
3. Ada yang cantik di sebelah
4. Sebagai tanda syukur
5. Olahraga muka
6. Menambah energi dan nuansa bahagia
7. Biar disenyumin balik
8. Katanya sih bikin sehat
9. Daripada cembetut ajah
10. Karena dunia begitu indah

10 Alasan untuk berhenti sejenak :

1. Kamu terlalu banyak bekerja
2. Atau terlalu banyak bermain
3. Atau kebanyakan bengong
4. Bisa jenuh trus stress
5. Stress jadi step, step jadi stop
6. Recharge kembali energi mu
7. Kreatifitas bisa didapatkan dengan berhenti dari rutinitas
8. Jangan mau diperbudak kerjaan
9. Carilah inspirasi, buat yang baru.
10. Tidak ada yang abadi, maka hentikan! walau sejenak

10 Alasan wanita untuk bekerja :
1. Gak punya duit
2. Gak da sandaran hidup
3. Butuh aktualisasi diri
4. Disuruh ortu
5. Gak betah di rumah
6. Mau bermanfaat buat orang
7. Belum menikah
8. Sangat cerdas
9. Membantu suami
10. Emansipasi

Sampai ketemu di sepuluh berikutnya

Aku Suka Dia

"We can do not great things, only small things with great love."
Mother Teresa



Tokoh idolaku adalah Mush'ab bin Umair. Pasti pada kenal kalau sudah baca 60 Karakteristik Sahabat. Tokoh yang luar biasa bagiku. Kisahnya menyentuh sekaligus membawa hikmah.

Kalau ada yang tanya, kenapa? Jawaban ku selalu begini: kan keren, kaya, sholeh lagi. Kurang apa?

Alkisah idola ku adalah pemuda paling tampan di Mekkah. Lahir di keluarga bangsawan terpandang dan kesayangan keluarga nya. Sebagaimana diriku, perempuan-perempuan di Mekkah mengidolakannya. Konon, ketika Mus'ab berbelanja bahan pakaian di pasar, ia selalu minta ditunjukkan yang paling mahal dan berkualitas. Dan pertanyaannya tetap sama, "Apa tidak ada yang lebih bagus lagi?"--kayak iklan obat anti nyamuk ya. Ada juga yang meriwayatkan, Mus'ab begitu harum dan wangi, sampai-sampai ketika dirinya akan datang, perempuan-perempuan Mekkah sudah mencium harumnya dari kejauhan. Pake parfum apa ya?

Sosok Mus'ab yang super dupper keren tadi berakhir manakala dirinya memutuskan memeluk Islam dan mengikuti Rasulullah SAW. Mus'ab dibuang oleh keluarganya bahkan tidak lagi menjadi kesayangan ibunya. Mus'ab adalah sahabat generasi awal. Dia-lah yang menjadi duta pertama Islam, mencari tempat hijrah bagi ummat Islam. Tapi kisah paling favorit ku adalah...

Perang Uhud. Perang ini paling fenomenal dalam siroh nabawiyah. Banyak orang mengingatnya sebagai perang dimana ummat Islam mengalami kekalahan. Padahal sebenarnya, hanya dalam salah satu episode pertempuran ummat Islam mengalami kekalahan. Secara keseluruhan, ummat Islam memenangkan perang uhud. Jadi inget pengkajian strategi di kuliah dulu. Perang dan damai. Hihihi.

Dalam perang yang fenomenal tersebut--karena rasulullah SAW sempet digossipin sudah meninggal, sahabat-sahabat utama berguguran--Mus'ab adalah pemegang panji ummat Islam. Subhanallah, dalam perang yang "heboh" ini, Mus'ab terus mempertahankan panji Islam dengan tangan kanannya, lalu ditebas. Diganti dengan tangan kirinya, lalu ditebas. Lalu dengan didekap dadanya, dan Mus'ab terus ditebas pedang. Seluruh badannya penuh sayatan pedang, kecuali dadanya yang memeluk panji Islam. Mus'ab syahid.

Penguburan syuhada Uhud sungguh memilukan, termasuk Mus'ab. Kain kafan tidak ada yang bisa menutupi seluruh tubuhnya. Bila ditarik ke atas, maka bagian bawah tubuhnya tidak tertutup. Bila ditarik ke bawah, bagian atasnya yang terbuka. Maka Rasulullah menyuruh sahabat menutup bagian atas tubuhnya dan menaburkan rumput idzkir di bagian bawahnya. Semua terharu mengingat kehidupan Mus'ab sebelum masuk Islam dan betapa berbeda dirinya setelah menjadi syuhada.

Allah berjanji akan menjaga jasad syuhada uhud. Hal ini terbukti manakala terjadi banjir di makam uhud. Jenasah syuhada masih utuh terlihat. Subhanallah.

Mus'ab bin Umair, keren abis! You are my idol!
Seandainya mudah menjadi mujahidah yang mengejar surga dan melupakan dunia.
Bismillahitawakkaltu.

Senin, 27 Juli 2009

Zero Base


"I am free of all prejudices. I hate everyone equally."
(W.C. Fields)

This is exactly what I feel these days. Complicated yet firmed. Puzzled yet straightforward. What is this truly? If I should ask, whom I asked? They all seemed so demanding, frustrating, self-oriented, and ignorant. They are so called friends, pals, brother-sisters, family, or someone you know for a long time. Are they?


I remember reading the beginning of Pride and Prejudice. How people driven by their pride and prejudice. It is not a mistake or a sin. It is a human nature to think and act derived from what inside the head. Part of human body that can be filled with experiences, thoughts, and knowledge is called brain. As addition, I believe heart do, to.

I hate being hate by others. But people have the rights to judge others, too as I do the same. But it's better to have no prejudice at all. What some called as zero-base. Funny that I often defended the theory earlier. Now, it seems I understand why we must "zero" our thoughts. Allah give you the best, as always!

Kamis, 23 Juli 2009

Bidadari Surga

Namanya "Aini". begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu "adik " terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya.

Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya , banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da'wah ini. Seorang muharrik da'wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka 'Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku , serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri , 'Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya . Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang! dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna " Alhamdulillah. .jazakillah ummi sudah membantu...mohon do'a agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta'arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai 'Aini mengisi sebuah ta'lim , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. 'Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun me! nyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga 'Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo'a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan 'Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga 'Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah.. ."

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?
Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepaka t memenuhi permintaan sang ikhwan.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga 'Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikaha n yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang ikhwan pun mencium kening 'Aini serta membacakan do'a diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A'ini. Lirih, kami pun masih mendengar 'Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak! dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Dia telah menjemput seorang bidadari...

Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi....

Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya.. .

" ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan..."

Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da'wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap ber! jihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."
Selamat jalan 'Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....

Dikutip dari milis sebelah. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang bertaqwa. Sesunguhnya senantiasa meluruskan niat karena Allah adalah sebuah proses. Semoga Allah menjaga keikhlasan kita.

Selasa, 07 Juli 2009

Mutiara Tetangga

"Satu-satu!"
Trus aku mulai nyanyi, "Satu-satu..aku sayang ibu. Dua-dua..juga sayang bapak." dst.
Tiba-tiba dia bilang lagi, "Bebek! Odong-odong!" Ha?!? Apalagi tuh.
"Potong bebek angsa, masak di kuali. Nona minta dansa ..."
Eh, dia langsung lari ke mamaku, "Ayun-ayun.. yun,yun". Asik banget, minta apa aja dikasih. Begitulah adik kecil, anak tetangga ku. Disayang orang sekomplek. Meski jarang senyum, semua bilang dia lucu dan menggemaskan.
Lihat aja aksinya ketika difoto.


Waktu dibilang, "Ayo foto." Dia langsung gaya. Tapi cuman sekejap. Walhasil gak ketangkap kamera gayanya itu. Aneh deh foto-foto adek di kameraku. Tapi tetep lucu! Adek Tiaraaa...

Senin, 06 Juli 2009

SBY kampanye! Jalan Macet!

Sabtu 04 Juli 2009, jadwal kampanye SBY. Kampanye bakal diadain di Gelora Bung Karno. Awalnya acara diumumkan bakal mulai pagi. Wuih, pasti ke arah Senayan macet. Jadi, aku dan teman-teman membatalkan rencana ke Pesta Buku Jakarta. Padahal aku udah buat list nya. Hiks hiks.

Tapi akhirnya seorang teman mengajak bareng ke GBK pada siang hari. Wah lumayan tuh kalo bisa mampir sekalian ke Pesta Buku. Musti susun strategi dulu gimana caranya sampe ke Senayan. Paling aman lewat busway. Jalur bebas hambatan beneran asal gak ada yang serobot masuk.

Belum sampai kampung melayu, aku sudah kebingungan di pondok kopi. Suasana benar-benar sepi seperti bukan hari Sabtu. Nah lo...

Alhamdulillah ada 52 yang bisa mengantarku sampai tebet, meski harus melalui banyak jalur macet. Sepanjang jalan terbayang suasana di Jakarta. Setibanya di karet untuk nyambung trans jakarta, aku duduk lama di halte busway. Tiba-tiba ada pemandangan unik.

Mendadak mobil-mobil pribadi dari arah Thamrin menuju Semanggi berhenti dan berbalik 180 derajad. Udah kayak nonton film action aja. Mobil itu sepertinya nekat melaju berbalik masuk ke jalur lambat dan mundur berbelok ke arah Casablanca. Gile bener, emang macet kayak apa ya Semanggi. Aku sempet ragu untuk terus maju. Tapi udah tanggung juga.

Akhirnya aku tetap lanjut tapi begitu masuk kawasan Senayan aku langsung belok ke Tennis Indoor. Wuih, bukannya lihat kampanye menambah wawasan. Aku malah asik jalan-jalan sendirian di Book Fair. Seneng banget. Sayangnya, gak bawa mobil kalo gak borong lagi nih!

Kamis, 02 Juli 2009

Kebijakan Baru : Free-form

Semenjak beberapa hari yang lalu kantor heboh dengan gossip: bakal ada SK tentang baju bebas di hari Jumat. Akhirnya gosip itu berlalu alias menjadi kenyataan. Kru perempuan bersorak semua--dalam artian bahagia dan panik. Buat mereka yang sudah menanti-nantikan sejak lama kebijakan ini, telah menimbun stock baju lumayan banyak. Bagi yang terkejut, pasti mereka yang gak punya persediaan rok apapun dirumah, kecuali rok ungu seragam kantor.

Gak ada yang bakal lebih seru daripada Jumat besok, hari pertama diberlakukannya kebijakan tadi. It's gonna be a fashion day!

Ada untungnya juga kebijakan lama: wajib pake seragam! Kita gak dipusingkan dengan urusan mau pakai baju apa ya hari ini. Ada ruginya juga sih, alias mati gaya. Diriku yang begitu suka warna ungu, mulai mempertimbangkan warna-warna lain dalam kehidupan ini. Duuh, puitis amat. Kebijakan baru ini jelas didukung oleh mbak-mbak dan ibu-ibu yang doyan koleksi baju. Jadi ada alasan buat berburu baju kan. Selain itu, menurut mereka dengan baju bebas maka karakter mereka yang sesungguhnya-lah yang akan tampak. Oooo...ternyata seragam ungu itu bukan "Gue Banget" ya. Hehehe..

Well, girls, there's no other choice than let's get some new clothes! Shopping time!
--But don't forget your priority!



Rabu, 01 Juli 2009

Gejala Kehilangan Konsentrasi mengakibatkan Magabut

Ternyata saya termasuk orang yang memiliki tingkat konsentrasi sangat rendah. Benar-benar mudah teralihkan. Apalagi belakangan ini suasana kantor sangat mendukung untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan. Banyak yang cuti, kantor sepi, load pekerjaan sedang berkurang--ada aja yang jadi alasan untuk berleha-leha. Walhasil, berangkat kerja tanpa planning kerja dan pulang on time.

Apakah kami termasuk yang susah berkonsentrasi juga? Sebaiknya kamu memastikan semua pekerjaan selesai sebelum asik "mengerjakan" yang lain. Lihat saja betapa blog ini sudah penuh dengan artikel-artikel gak penting akibat gejala kehilangan konsentrasi. Kalau sudah begini, bisa dibilang magabut. Ouch!