Laman

Cari Blog Ini

Senin, 29 Juni 2009

Tabungan Naik Haji


Ingat cerita tukang bubur Sulam naik haji? Cerita itu benar-benar bagus. Singkat kata, begini kisahnya...

Ada seorang tukang bubur yang shaleh, Bang Sulam, tinggal bersama istri dan ibunya yang sudah tua. Sang ibu sangat ingin sekali naik haji. Sebagai anak yang berbakti pada orang tua, Bang Sulam pun berniat mewujudkan cita-cita sang ibu. Bang Sulam bekerja dengan berjualan bubur, tak lupa rajin sedekah untuk anak yatim, dan menyisihkan penghasilannya untuk tabungan haji.

Tak disangka, si tukang bubur menemui rizki Allah lebih cepat daripada perkiraan manusia. Bang Sulam mendapat hadiah dari bank tempatnya menabung. Sebuah mobil mewah, mercedez benz. Bang Sulam sempat kaget bahkan mengira dirinya ditipu. Bang Sulam pun berujar, "Saya lebih suka naik haji daripada dapat mobil mewah". Direktur Bank mengatakan harga mobil ini sangat mahal, bahkan untuk naik haji sekampung pun Bang Sulam mampu. Akhirnya sang direktur membantu Bang Sulam mendapatkan uang tunai dengan menukar mercy hadiah tadi. Bang Sulam bisa naik haji mengajak ibu, istri, dan tetangganya yang tergolong tidak mampu. Subhanallah...

Cerita ini terus membayang dan membawa hikmah bagi saya pribadi. Bahwa setiap niat kebaikan harus diwujudkan dengan langkah nyata. Ingin berkurban, mana usaha mengumpulkan uangnya?! Ingin berinfak, mana penghasilannya?! Ingin ibu bisa naik haji, mana usahanya?! Sekarang kita harus menggenapkan niat! Jangan tunda lagi. Kebutuhan manusia akan selalu ada. Kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi. Target tahun ini : mendapatkan nomor antri naik haji untuk mama tercinta. Ayo buruan kumpulin 20 jutanya, bu!!! Tinggal berapa bulan lagi ni 2009.

1 komentar:

  1. semoga niat pun sudah dicatatkan sebagai pahala dari-Nya.. Amin... ;)

    BalasHapus