Laman

Cari Blog Ini

Selasa, 05 Februari 2013

Aku Datang Memenuhi PanggilanMu Yaa Rabb

Alhamdulillah bloggers, 1433H lalu Mama dan saya menunaikan ibadah haji. Mendatangi Rasulullah SAW beserta sahabat Abu Bakr ra dan Umar bin Khathab ra. Menyaksikan Gunung Uhud, saksi Perang Uhud..dan menyapa Hamzah serta Mus'ab bin Umair.
Menyaksikan kiblat seluruh ummat Islam, Ka'bah..hanyut dalam tawaf. Menatap maqam Ibrahim. Mendekap multazam. Mendekati ka'bah, shalat di hijr. Menghayati perjuangan Hajr dalam derap sa'i. Meresap zam zam, mengisi energi.
Semua menjadi kerinduan yang membuncah saat kami sudah di tanah air..
Semoga bloggers juga berkesempatan ke sana. Amien..

Minggu, 27 Januari 2013

Smart One 1 : Mana yang Lebih Cerdas?

Ponsel bisa dibilang sebagai kebutuhan nyaris primer bagi masyarakat abad 21. Bagaimana tidak, kalau hampir tiap orang merasa harus memilikinya dan takut kehilangan. Kehilangan di sini bisa berarti benar-benar hilang, tertinggal di rumah, atau kehabisan baterai. Ponsel sudah benar-benar mempengaruhi hidup orang.

Seiring perkembangan teknologi, muncul istilah baru yaitu ponsel yang cerdas atau smart phone. Eits, jangan salah.. Anda tidak perlu pintar untuk bisa memilikinya karena yang pintar di sini adalah perangkatnya, alias si ponsel. Kalau pengguna sih, seperti apapun jadi..

Konon di Indonesia, penggunaan smart phone ini sebenarnya lebih untuk memenuhi gengsi dan tuntutan sosialita. Jangan sampai pas ditanya teman apalagi relasi bisnis, "Pin BB nya berapa?", gak punya jawaban. Ketinggalan guyonan di group atau gak tau update FB teman. Kebanyakan pengguna tipe ini hanya memakai fitur smart phone untuk media sosial.

Uniknya, tipe pengguna "sosialita" tadi juga punya kecenderungan menjadikan ponsel seperti fashion a.k.a harus mengikuti mode & trend. Jangan heran, kalau mereka gonta ganti ponsel model terbaru, tapi fitur yang dipakai masih itu itu saja. Bahkan gak tahu adakah perbedaan ponsel yang lama dengan yang baru.

Biarpun begitu, merekalah yang paling berjasa bagi industri ponsel. Mereka menjadikan industri ini terus berkembang dengan ponsel "gaya" apapun. Merekalah yang benar benar menjadikan ponsel sebagai gaya hidup layaklah kebutuhan. Tanpa mereka, mungkin produsen jadi benar-benar harus "mikir" untuk mengeluarkan satu produk baru--laku gak ya..

Terimakasih ya, masyarakat gaul..

Senin, 19 September 2011

Sebuah Nasehat dari Sahabat

posted by @agustini04

Aku kuatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. 
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.
Ada lidah fasih tapi berhati lalai.
Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat yang rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur ni'mat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yg berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pelacur yang tampil jadi figur.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan. 
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tahu diri.
Ada orang beragama tapi tak berakhlaq dan ada yang berakhlaq tapi tak bertuhan. 

Lalu di antara semua itu di mana aku berada?"

(Ali bin Abi Thalib)